Gangguan kedua disebabkan oleh munculnya noise pada pemancar Bluetooth, yang menghalangi sinyal yang diterima oleh penerima ponsel. Dari segi jumlah sinyal, tentu saja amplitudo sinyal interferensi ini tidak sebesar interferensi sinyal pemancar modul seluler dengan pengoperasian modul Bluetooth. Namun, ia memiliki arsitektur sistem yang inovatif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan sistem radio Bluetooth.
Idealnya, pemancar Bluetooth tidak boleh mengganggu sinyal radio ponsel selama pengoperasian. Tingkat kebisingan dalam kisaran ini harus dihitung pada daya keluaran maksimum pemancar Bluetooth, yaitu 0 dBm. Dengan demikian, derau yang ditransmisikan dari pemancar Bluetooth ke ponsel masih dapat memandu derau tersebut.