Pada dasarnya, ada tiga aspek penting dalam pengukuran Bluetooth, yaitu pengukuran,
protokol , dan profil RF (frekuensi radio).
Pengukuran radio dilakukan untuk memastikan kompatibilitas peralatan radio yang digunakan dalam sistem dan untuk menentukan kualitas sistem. Pengukuran RF dapat menggunakan peralatan pengukuran RF standar seperti spectrum analyzer, transmission analyzer, power meter, generator sinyal digital, dan bit error rate tester (BERT). Hasil pengukuran harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan, termasuk parameter yang ditunjukkan pada
tabel 2.1 .
Dari informasi Uji dan Ukur Dunia hingga pengukuran protokol, Anda dapat menggunakan penganalisis protokol yang dapat melacak dan memvisualisasikan pergerakan data di antara perangkat Bluetooth. Anda juga dapat menggunakan Ericsson Bluetooth Development Kit (EBDK). Ericsson akan segera merilis versi EBDK yang dikenal sebagai Unit Biru.
Pengukuran profil dilakukan untuk memastikan kompatibilitas antar perangkat dari vendor yang berbeda. Menurut dokumen Special Interest Group (SIG), struktur profil Bluetooth dapat dilihat seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 2,7 di bawah.
Contoh penerapan protokol di atas adalah sebagai berikut:
- Profil akses LAN menentukan bagaimana perangkat Bluetooth dapat mengakses layanan di LAN menggunakan Point-to-Point Protocol (PPP). Selain itu, profil ini menunjukkan bagaimana mekanisme PPP yang sama digunakan untuk membentuk jaringan dua perangkat Bluetooth.
- Profil faks menentukan persyaratan perangkat Bluetooth yang harus dipenuhi agar dapat menerima layanan faks. Ini memungkinkan komputer menggunakan ponsel Bluetooth (penambatan) sebagai modem faks nirkabel untuk mengirim atau menerima pesan faks. Selain tiga aspek yang disebutkan di atas, yaitu radio, protokol, profil, ada aspek lain yang kurang penting dari pengukuran, yaitu pengukuran kompatibilitas elektromagnetik (EMC), yang dapat dikaitkan dengan standar Eropa, yaitu. ETS. 300 8 26. atau FCC AS Bagian 15.
Keamanan atau keamanan Bluetooth
Bluetooth dirancang dengan fitur keamanan sehingga dapat digunakan dengan aman baik di lingkungan bisnis maupun rumah. Fitur-fitur yang disediakan oleh Bluetooth antara lain:
- Enkripsi data.
- Otentikasi pengguna
- Lompatan frekuensi cepat (1600 hop/s)
- Output kontrol daya
Fitur-fitur tersebut memberikan fitur keamanan mulai dari keamanan physical/radio layer seperti menguping hingga keamanan tingkat tinggi seperti password dan PIN.
Dalam sistem komunikasi Bluetooth, setiap orang memiliki kemampuan untuk mendengarkan. Oleh karena itu, masalah utama dari sistem ini adalah informasi tidak dapat didengarkan oleh orang yang tidak berwenang. Untuk keamanan informasi, sistem Bluetooth menggunakan beberapa lapisan keamanan, termasuk baseband, connection manager, host control interface (HCI) dan common access profile (GAP). Prinsip keamanan Bluetooth terutama diimplementasikan dalam dua langkah. Pertama, otentikasi adalah metode untuk menunjukkan keaslian informasi atau bahwa perangkat yang mengakses informasi tersebut memang perangkat yang dimaksud. Kedua, enkripsi adalah proses melindungi sebuah pesan (disebut plaintext) sebagai pesan tersembunyi (disebut ciphertext).
pada gambar. Gambar 2.8 menunjukkan diagram blok struktur fungsional otentikasi dan enkripsi dalam sistem Bluetooth. PIN perangkat digunakan saat startup untuk menghasilkan kunci 128-bit menggunakan BD_ADDR pemohon dan nomor acak yang dipertukarkan antara verifikator dan pemohon. Prosedur otentikasi diperlukan untuk memastikan bahwa kedua perangkat menggunakan kunci 128-bit yang sama, sehingga PIN yang sama dimasukkan pada kedua perangkat.
Berdasarkan prosedur yang dijelaskan di atas, algoritma SAFER+ akan menghasilkan beberapa kunci. Kunci-kunci ini akan digunakan oleh LMP dalam proses negosiasi, dalam mekanisme enkripsi dan otentikasi. Diagram blok enkripsi dan otentikasi ditunjukkan pada gambar. 2.8 di bawah.